Tampilkan postingan dengan label gibson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gibson. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2011

Tips Memilih Gitar Elektrik Yang Bagus

Teman-teman, bila kamu suka dengan musik tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya "Gitar", sebagai pemusik biasanya kita akan tahu bagaimana cara-cara memilih gitar listrik yang baik…
Tapi bila kamu masih awam atau mencari cara supaya waktu kamu beli gitar tidak salah pilih, mungkin tips dan trik berikut akan sedikit membantu kamu okeh…!!
Saat ini banyak merek-merek gitar yang terkenal seperti ibanez, gibson, fender, yang beredar di indonesia, tapi apakah benar2 asli, truz berapa sih harga gitar yang bener-bener asli ?
Apakah gitar yang bagus harus mahal?
tentunya tidak…
truz gimana dong.. cZ aku baru mau beli gitar nih…?
jangan kuatir brow… di sini saya akan memberikan pada kmu "tips dan trik memilih gitar listrik ato elektrik yang bagus"…
ini "trik"nya:
1. Saat kmu masuk dan lihat2 ke dalam toko musik, pilihlah Gitar yang kira-kira cocok dan membuat kmu merasa lebih pede dengan pake gitar itu.
2. Sesuaikan budgetdengan gitar yang akan kmu beli, so jangan sampai melebihi budget yang kmu punya kecuali duit kamu berlebih…
3.Setelah anda mendapatkan gitar yang kira2 cocok, cobalah kmu mainkan dan petik, dan rasakan saat digenggam..
apakah lebar neck dan jarak fret ke fret nyaman dengan tangan kiri kamu, soalnya ukuran neck berbeda-beda loh..
apabila dalam genggaman terasa nyaman, maka tangan akan terasa bebas bergerak keatas dan kebawah serasa lihai…
4. Faktor utama adalah kualitas suara, jadi perhatikan suara yang di hasilkan gitar yang akan kamu beli.
Caranya :
Bilang kepada penjaga toko, bahwa Kamu mau mencoba gitar tersebut.
Setelah terpasang pada sound…
Chek Noise pada gitar :
Coba besarkan volume gitar dan Tonenya
tapi jangan anda sentuh.
Dengarkan apakah ada suara aneh seperti mendesis atau feed back (seperti suara : wwiiiitttt… kaya tikus kejepit ga ya hehehe…:)
bila itu terjadi maka kamu bisa mengganti dengan gitar yang sejenis, biasanya sih toko punya beberapa stok untuk beberapa model gitar.
5. Sekarang cek kontrol Tonenya, coba fullkan putarannya, truz dengerin deh suaranya, apakah terlalu garing atau tidak.
tone yang bagus biasanya memiliki keluaran yang teratur, jadi semakin diputar semakin jelas suaranya….
6. Cek switch, pada gitar biasanya terdapat pick up, ato bahasa kerennya sih spul, untuk fungsinya untu mengubah getaran menjadi suara. Ada berbagai macam gaya pasang pick up, tergantung dari jenis gitar, contohnya: pada gitar fender : 1-1-1
gibson : 1-1
ibanez : 2-1-2
itu juga tergantung jenisnya…
7. Sekarang lihat jarak antara fret dan senar apakah jaraknya terlalu jauh?
apabila ya, maka jangan buru-buru cari yang lain karena pada gitar listrik atau elektrik terdapat setting rahasia supaya jaraknya bisa sesuai…
apabila terlalu jauh maka akibatnya saat kita mainkan akan terasa tanggung, dan keras saat di tekan…
Caranya :
Lihatlah pada neck didekat fret pertama.
Biasanya pada sebuah gitar elektrik ada sebuah lubang yang di tutupi oleh semaca fiber, nah disitulah biasanya dibuka dan di stel supaya benar-benar pas dengan feel kita.
Hanya tinggal kita putar saja dengan kunci L atau kunci ellen.
Tapi tenang saja biasanya si penjaga toko yang turun tangan untuk masalah penyetelan, jadi kamu cukup lihat saja… karena kalau belum biasa biasanya orang agak susah membetulkan yang kaya beginian.

Rabu, 15 Juni 2011

Asal Usul Musik Keroncong dan Alat Musiknya

ASAL USUL
Akar keroncong berasal dari sejenis musik portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah Musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan . Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti Biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang jawa.
Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti
  • Sitar India
  • Rebab
  • Suling bambu
  • Gendang , kenong , dan saron sebagai satu set gamelan
  • Gong
Saat ini, Instrumen Musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup
  • Ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 dihawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong)
  • ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F);
  • gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi);
  • biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang;
  • flute  (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Java), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metal semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta).
  • selo : betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato;
  • kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya.

Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong. Itulah Instrumen Musik yang di gunakan pada dasar dari sebuah musik keroncong.
Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik popular sekarang menggunakan organ tunggal serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong (di pentas pesta organ tunggal yang serba bisa main keroncong, dangdut, rock, polka, mars).

Selasa, 14 Juni 2011

Mengenal Musik Tradisional Dengan Instrumennya


Musik
Nuansa Minangkabau yang ada di dalam setiap Instrumen musik Sumatera Barat yang dicampur dengan jenis musik apapun saat ini pasti akan terlihat dari setiap karya lagu yang beredar di masyarat. Hal ini karena musik Minang bisa diracik dengan aliran musik jenis apapun sehingga enak didengar dan bisa diterima oleh masyarakat. Unsur musik pemberi nuansa terdiri dari instrumen alat Musik Tradisional aslung, bansi , talempong, rabab , dan gandang tabuik.
Ada pula saluang jo dendang, yakni penyampaian dendang (cerita berlagu) yang diiringi saluang yang dikenal juga dengan nama sijobang.Musik Tradisional Minangkabau berupa Instrumen dan lagu-lagu dari daerah ini pada umumnya bersifat melankolis. Hal ini berkaitan erat dengan struktur masyarakatnya yang memiliki rasa persaudaraan, hubungan kekeluargaan dan kecintaan akan kampung halaman yang tinggi ditunjang dengan kebiasaan pergi merantau.
Industri musik di Sumatera Barat semakin berkembang dengan munculnya seniman-seniman Minang yang bisa membaurkan musik modern ke dalam Musik Tradisional Minangkabau. Perkembangan musik Minang modern di Sumatera Barat sudah dimulai sejak tahun 1950-an ditandai dengan lahirnya Orkes Gumarang.
Elly Kasim, Tiar Ramon dan Yan Juned adalah penyanyi daerah Sumatera Barat yang terkenal di era 1970-an hingga saat ini.Perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatera Barat antara lain: Tanama Record, Planet Record, Pitunang Record, Sinar Padang Record, Caroline Record yang terletak di kota Padang dan Minang Record, Gita Virma Record yang terletak di kota Bukittinggi.
Saat ini para penyanyi, pencipta lagu, dan penata musik di Sumatera Barat bernaung dibawah organisasi PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Penata musik Rekaman Indonesia) dan PARMI (Persatuan Artis Minang Indonesia).


Tarian Tradisional

Secara garis besar seni tari dari Sumatera Barat adalah dari adat budaya etnis Minangkabau dan etnis Mentawai. Kekhasan seni tari Minangkabau umumnya dipengaruhi oleh agama Islam, keunikan adat matrilineal dan kebiasan merantau masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi yang bersifat klasik, diantaranya Tari Pasambahan, Tari Piring, Tari Payung dan Tari Indang. Sementara itu terdapat pula suatu pertunjukan khas etnis Minangkabau lainnya berupa perpaduan unik antara seni bela diri yang disebut sile dengan tarian, nyanyian dan seni peran (acting) yang dikenal dengan nama Randai.
Sedangkan untuk tarian khas etnis Mentawai disebut Turuk Laggai. Tarian Turuk Langai ini umumnya bercerita tentang tingkah laku hewan, sehingga judulnya pun disesuaikan dengan nama-nama hewan tersebut, misalnya tari burung, tari monyet, tari ayam, tari ular dan sebagainya.

Senin, 13 Juni 2011

Mengenal Tarian dan Instrumen Musik dari Maluku

Musik
Instrumen Musik yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang. Masing-masing alat musik dari Tifa Totobuang memiliki fungsi yang bereda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat khas. Namun Instrumen Musik ini didominasi oleh alat musik Tifa. Terdiri dari Tifa yaitu, Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah sebuah Gong berukuran besar dan Toto Buang yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang di taruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Adapula alat musik tiup yaitu Kulit Bia (Kulit Kerang).
Dalam kebudayaan Maluku, terdapat pula alat musik petik yaitu Ukulele dan Hawaiian seperti halnya terdapat dalam kebudayaan Hawaii di Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat ketika musik-musik Maluku dari dulu hingga sekarang masih memiliki ciri khas dimana terdapat penggunaan alat musik Hawaiian baik pada lagu-lagu pop maupun dalam mengiringi tarian tradisional seperti Katreji.
Musik lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik. Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling yang mencirikan alat musik gurun pasir.
Diluar daripada beragamnya alat musik, orang Maluku terkenal handal dalam bernyanyi. Sejak dahulu pun mereka sudah sering bernyanyi dalam mengiringi tari-tarian tradisional. Tak ayal bila sekarang terdapat banyak penyanyi terkenal yang lahir dari kepulauan ini. Sebut saja para legenda seperti Broery Pesoelima dan Harvey Malaihollo. Belum lagi para penyanyi kaliber dunia lainnya seperti Daniel Sahuleka, Ruth Sahanaya, Monica Akihary, Eric Papilaya, Danjil Tuhumena, Romagna Sasabone, Harvey Malaihollo serta penyanyi-penyanyi muda berbakat seperti Glen Fredly, Ello Tahitu dan Moluccas.
 

Tarian

Tari yang terkenal adalah tari cakalele yang menggambarkan Tari perang. Tari ini biasanya diperagakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).
Ada pula Tarian lain seperti Saureka-Reka yang menggunakan pelepah pohon sagu. Tarian yang dilakukan oleh enam orang gadis ini sangat membutuhkan ketepatan dan kecepatan sambil diiringi irama musik yang sangat menarik.Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tarian Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.Selain Katreji, pengaruh Eropa yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya dilakukan orang Maluku pada saat kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut dengan berpasangan, membentuk formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan ringan yang dapat diikuti setiap orang baik tua maupun muda.

Kamis, 09 Juni 2011

Mengenal Musik Tradisional Dengan Instrumennya

NKRI adalah sebuah negara yang meliputi ribuan pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, dimana dari sekian banyaknya kepulauan beserta masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang berbagai budaya daerah. Seni tradisional yang merupakan jati diri, identitas dan media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.Hampir seluruh wilayah NKRI mempunyai seni musik tradisional yang khusus dan khas. Dari keunikan tersebut bisa nampak terlihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Seni tradisonal itu sendiri mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi, sehingga dapat dikenali karakter dan ciri khas masyarakat Indonesia, yaitu yang terkenal ramah dan santun.
    Untuk lebih mengenal lebih dekat Musik Tradisional kita dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok yaitu :
1. Instrumen Musik Perkusi:
 Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah Gamelan, Kendang, Kecapi, Arumba, Talempong, Sampek dan Kolintang, Rebana, Bedung, Jimbe dan lain sebagainya.
Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam, gamelan berasal dari daerah Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat disebut dengan Degung dan di Bali disebut Gamelan Bali.

Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan (kambing). Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah Indonesia. Di daerah Jawa Barat kendang mempunyai peranan penting dalam tarian Jaipong.
  
Kecapi adalah alat Instrumen Musik petik yang berasal dari daerh Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya.

Arumba (alunan rumpun bambu) berasal dari daereah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bahan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis.

Talempong adalah seni Musik Tradisional dari Minangkabau. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, si, do).

Sampek (sampe/sapek) adlah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah Kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang dipenuhi dengan ornamen/ukiran yang indah.

Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa. Alat musik ini mempunyai tangga nada diatonis yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis.

 Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur, kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.
Jadi ini adalah sebagian Musik tradisional dan instrumen musik yang bisa dibahas...

Rabu, 08 Juni 2011

Instrumen Musik Gitar Les Paul

Instrumen Musik yang satu ini adalah instrument yg sering kita lihat dan mungkin kita gunakan yaitu Gitar Listrik dengan tipe Gitar Les Paul. Mungkin teman-teman tau, gitar dengan model ini di gunakan sama Gitaris dunia yg dulu bergabung dalam sebuah band Guns n'Roses yaitu Slash. Dia adalah salah satu gitaris dunia yang mengangkat nama Intrumen Musik gitar les paul ini menjadi terkenal, dimana setiap aksi-aksi panggungnya dia selalu menggunakan gitar dengan merk tersebut, ya bisa dibilang udah trademarknya Slash dengan Gitar Les Paul itu.
   Disini saya sedikit mengulas asal-usul Gitar dengan tipe ini dibuat..

Model dan Variasi
 Gibson Les Paul garis gitar awalnya disusun untuk menyertakan dua model yaitu model reguler (dijuluki Goldtop), dan model Custom, yang menawarkan upgrade hardware dan sentuhan warna hitam yang lebih formal. Namun, kemajuan dalam pickup, tubuh, dan desain hardware yang memungkinkan Les Paul menjadi seri jangka panjang solid-body gitar listrik yang ditargetkan setiap harga-point dan level pasar kecuali untuk gitaris pemula yang lengkap. Pasar ini gitar pemula dipenuhi oleh model Melody Maker, dan meskipun Melody Maker murah tidak menanggung nama Les Paul, tubuhnya konsisten mengikuti desain Gibson Les Paul benar sepanjang zaman masing-masing.

Beyond desain membentuk dan tubuh, ada sejumlah karakteristik yang membedakan Gibson Les Paul garis dari gitar listrik lainnya. Misalnya, dengan cara yang sama dengan instrumen Gibson berlubang-tubuh, string gitar Les Paul selalu terpasang pada bagian atas tubuh gitar, bukan melalui tubuh gitar, seperti yang terlihat dalam desain pesaing Fender's. Gibson juga menawarkan berbagai warna, seperti Anggur Merah, Ebony, Classic White, Api Burst, dan Alpine White. Selain itu, Les Paul model yang ditawarkan berbagai selesai dan tingkat dekoratif, beragam pilihan perangkat keras, dan sebuah array inovatif listrik pick-up opsi, beberapa di antaranya secara signifikan mempengaruhi suara musik listrik. Sebagai contoh, pada tahun 1957, Gibson memperkenalkan humbucker (PAF) yang merevolusi suara gitar listrik, dan menghilangkan kebisingan 60-siklus yang sebelumnya diganggu gitar dengan pickup single coil magnetik.
   Mungkin penjelasan mengenai Gitar Les paul ini segini aja ya...
   Oiy disini juga ada info jika ingin mendapatkan gitar tersebut bisa lihat dan beli barangnya di toko online di bawah ini
harganya murah saja cuma dengan Rp. 900.000 rupiah bisa memiliki gitar dengan seri Gibson Les Paul..