Tampilkan postingan dengan label senar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Jenis Kayu Yang di gunakan untuk membuat Gitar/ Bass

Teman -teman semuanya , saya yakin kita selama ini hanya tahu bahwa kayu -kayu tertentu saja yg dapat dijadikan sebagai bahan sebuah gitar /bass. Sebetulnya ada beberapa kayu asli Indonesia yg sering di jadikan bahan baik body maupun neck. Untuk beberapa pabrikan & Industri pembuatan gitar /bass.Yang kita tahu hanya : Alder , Ash , Basswood , Maple , Mahogany , Agathis yg sering di jadikan bahan dasar gitar /bass.
 Padahal ada beberapa kayu bagus yg sudah di uji kehandalannya untuk bahan gitar & bass. Kayu -kayu asli Indonesia tersebut sudah memenuhi standart bahan yg cukup bagus . Seperti Tekturnya ,berat jenis, serat kayu ,kekuatan kayu & daya resonansi yg baik !!

Kayu-kayu tersebut adalah CEMPAKA ,MERAWAN ,NYATOH, LASI , EBONY , MAGOHANY , ALPUKAT , BERINGIN.
1. Kayu LASI : termasuk kedalam jenis kayu istimewa ! nama lainnya adalah KILAKI. spesies jenis Adina Fagifolia Val. suku Rubiaceae. kayu ini mempunyai kekeringan yg bagus & berat jenis yg tergolong tidak terlalu berat.Warna kayu ini kuning tua , dengan corak kembang sedang , daya kekerasan sedang ,dengan serat yg berpadu. Tumbuh di area sekitar Sulawesi , Nusa Tenggara ! kayu ini jika sudah di finishing sangat mewah & tergolong kayu mahal untuk di pakai alat musik .. tetapi jarang ada yg tahu dan mulai ada pabrikan luar negeri yg memakai nya untuk gitar /bass.
2. Kayu EBONY : Kayu yg sudah tak asing lagi bagi kalangan industri gitar di Dunia untuk di jadikan freetboard atau kayu lapis atas & tengah Body ! nama lainnya adalah Macasar Ebony , kayu arang ,Coromandel & kayu hitam (nama latin nya Dyospiros spp. family suku Ebenaceae). Tumbuh di Sekitar Sulawesi tengah & tenggara ( Maluku ) .Warna hitam kelabu di selang seling warna lebih muda , dan terkadang hitam gelap . sifat pengerjaan nya keras & sukar , kembang serat besar kekerasan sedang . tektur kasar .Kayu ini cocok untuk alat musik , perkakas , seni ukir .

3. Kayu CEMPAKA : nama lainnya adalah Baros warna kuning sampai coklat merah ,. kekerasan sedang. terdapat si Sumatra, jawa , kalimantan ,Sulawesi . kayu ini sekarang sedang banyak di uji coba untuk di jadikan bahan alat musik , karean tergolong kayu yg m,empunyai resonansi suara yg baik. dengan serat yg rapat .

4. Kayu SONOKELING : nama lainnya adalah Sonobrits , Palisander, Indian Wood , sono sungu ! nama latinya Dalbergialatifolia Roxb. dengan warna merah tua / ungu dengan garis-garis hitam gelap. kayu ini jenis yg sangat keras , bahkan bisa lebih keras dari pada Ebony ! dan jika di gosok bisa sangat halus sekali. terdapat di Pulau jawa ! biasanya digunakan juga sebagai Frettboard guitar/bass dan sudah hampir semua industri ditar memakainnya karena mirip sekali dengan Ebony hanya ebony lebih hitam.

5. Kayu MAHONI : atau dunia luar menyebut Magohany wood ! kayu asli Indonesai yg paling banyak di cari untuk di jadikan bahan Body gitar/bass . Pabrikan Gibson , PRS dll menggunakan kayu jenis ini untuk bahan baku gitar nya . Kayu ini berwarna coklat muda hingga coklat tua . Kayu yg sudah berumur ratusan taun sangat bagus sekali di jadikan bahan Body & neck gitar/bass. Kayu ini di temukan oleh orang amerika di Indonesia dulunya , maka lebih terkenal dengan sebutan Amerika Mahogany, kayu ini sekarang menjadi langka di Indonesia  karena banyak di eksport untuk di jadikan bahan gitar/bass dan alat musik yg lain .Seratnya sangat padat , jika di gergaji atau diolah tidak mudah sompal & rapih . tidak berbulu. kayu ini masuk hitungan kayu terbaik untuk gitar di Dunia . Tumbuh di Jawa barat & tengah seputar Kidiri.

6. Kayu SUNGKAI : ini kayu yg pernah merajai bahan pembuatan gitar di era tahun 80/90 an . Kayu yg mirip sekali dengan serat dan warna kayu Ash dari amerika. resonansi suara yg dihasilkan cukup baik . kayu yg sudah berumur tua sangat bagus. berwarna kuning muda sampai kuning tua. Nama lain dari kayu ini adalah Kayu Jati Sabrang ( bukan jenis Jati !),Lurus , Koeroes !. nama latinnya Penomena Canascens jack ! tumbuh di Sumatra , Jawa,Kalimantan barat,tengah & selatan .kayu ini yg saya pakai untuk pembuatan bass model musiman agar terlihat mirip dengan kayu Ash.

Tips Merawat Senar Gitar Klasik

TENTANG SENAR
Senar merupakan salah satu faktor tepenting dari keindahan suara gitar klasik di samping kualitas kayu dan desain gitar itu sendiri (serta tentu saja kemampuan pemainnya). Senar yang jelek maupun usang akan merusak kualitas suara gitar, tak peduli sebagus apa pun gitar maupun teknik si pemain. Berikut ini saya ingin share beberapa fakta tentang senar. Mudah-mudahan bermanfaat. Karena itulah senar sebaiknya diganti secara teratur. Bila Anda berlatih 3 – 4 jam tiap hari, maka dalam waktu 4 – 5 minggu saja senar sudah usang. Tapi bila gitar jarang Anda mainkan, maka proses keusangan tentu lebih lambat. Terpaan udara terbuka juga mempercepat usangnya senar. Itu sebabnya, dianjurkan untuk menyimpan gitar dalam case atau sarung saat tidak digunakan. Senar yang usang ditandai dengan perubahan warna pada senar bas yang menghitam, tidak cerah lagi. Senar-senar bas kehilangan tone treble-nya. Suara jadi buram hingga pitch atau ketepatan nada tidak terdengar jelas. Ketepatan nada juga berkurang pada tiap fret (sumbang atau fals). Pada senar treble (senar no. 1, 2, 3), proses menjadi usang lebih lambat daripada senar bas (senar 4, 5, 6).

Senar no. 4 termasuk paling cepat usang dibanding senar bas lainnya karena ia paling banyak menerima sentuhan jari dibanding senar2 bas lainnya. Kondisi ini mendorong sejumlah merek – semisal D’addario maupun Hannabach– memproduksi pula senar-senar bas yang dijual satuan alias ketengan, di samping produk berisi satu set (enam senar). Jadi, kita bisa membeli senar 4 saja, atau senar 5 saja, sesuai kebutuhan. Mengingat pentingnya fungsi senar, maka sebaiknya gunakan senar yang bagus. Sejumlah toko musik di Jakarta dan kota2 besar lain biasanya menyediakan senar-senar nilon. Merek-merek yang banyak dijual meliputi Pyramid, D’addario, Augustine, Aria, Yamaha, Savarez, Martin, dsb. Tidak semuanya berkualitas bagus. Saya sendiri lebih suka memakai D’addario maupun Augustine karena suaranya terbukti bagus. Savarez juga bagus, namun harganya terlalu mahal. Yang menjengkelkan, tak semua merek2 top itu produk asli. Dari waktu ke waktu, harga senar terus naik. Karena itu, bila memang punya dana cukup, sebaiknya Anda membeli banyak senar sekaligus untuk “tabungan”. Bagi gitaris, senar adalah amunisi yang nilainya tidak akan berkurang.
 
TIPS:
Menjelang konser, ganti senar Anda dengan yang baru. Idealnya seminggu menjelang hari H. Namun jika Anda biasa berlatih berjam-jam tiap hari, tiga hari sebelum hari H juga oke saja. Gunakan senar gitar yang bagus, bukan senar untuk raket! Jangan buang senar lama, tapi bawa sebagai cadangan saat konser. Bila sampai ada senar putus, gunakan senar lama untuk menggantinya agar tak kelamaan menunggu proses penyesuaian senar terhadap tegangan. Kebanyakan merek senar mengeluarkan seri senar dengan tegangan berbeda: soft tension, normal tension, hard tension. Pilih mana? Sesuaikan dengan kondisi gitar ataupun selera Anda. Tegangan yang lebih tinggi biasanya akan menyebabkan penekanan jari kiri perlu sedikit tambahan tenaga, namun suaranya akan lebih powerful. Ketika sedang tampil dan memerlukan tala alternatif scordatura), jangan langsung kendurkan/kencangkan senar pada not yang diinginkan. Nanti pada saat dimainkan ia akan berubah lagi. Mengatasinya? 
Contoh: untuk lagu dengan senar 6 ditala ke not D, jangan kendorkan senar hanya sampai ke not D. Tapi kendorkan sampai ke C, lalu perlahan2 kencangkan putaran senar hingga senar mencapai not D. Cara ini membuat not D lebih stabil, terutama bila kita harus mengubah2 steman di tengah konser. Sebaliknya, untuk menyetem ke not yag lebih tinggi, misal senar 3 hendak kita naikkan dari G ke Gis, stem dulu ke not A, baru pelan-pelan kendurkan ke Gis. Leher gitar didesain untuk menahan tegangan senar. Karenanya, saat gitar lama tidak digunakan, cukup kendurkan semua senar hingga satu tone dibawah steman standar. Jangan mengendurkan total, apalagi mencopot semua senar, karena nanti akan “mengejutkan” leher gitar saat kita memasang senar lagi. Leher bisa bengkok karena dari tidak ada tegangan mendadak diberi tegangan besar. Lap senar dengan kain flanel kering seusai kita berlatih. Kelembapan sisa keringat pada senar dapat mempercepat proses usangnya senar.

Kamis, 19 Mei 2011

Mengenal Alat Musik Tradisional yang Kedua 2

Bonang
Bonang adalah alat musik yang digunakan dalam gamelan Jawa. Bonang juga merupakan instrumen melodi terkemuka di Degung Gamelan Sunda. Ini adalah koleksi gong kecil (kadang-kadang disebut “ceret” atau “pot”) ditempatkan secara horizontal ke string dalam bingkai kayu (rancak), baik satu atau dua baris lebar. Semua ceret memiliki bos pusat, tetapi di sekelilingnya yang bernada rendah memiliki kepala datar, sedangkan yang lebih tinggi memiliki melengkung satu. Masing-masing sesuai untuk lapangan tertentu dalam skala yang sesuai; sehingga ada yang berbeda untuk bonang pelog dan slendro. Mereka biasanya dipukul dengan tongkat berlapis (tabuh). Hal ini mirip dengan gong memeluk lain di gamelan itu, kethuk, kempyang, dan kenong. Bonang dapat dibuat dari perunggu dipalsukan, dilas dan dingin-dipalu besi, atau kombinasi dari logam. Selain bentuk gong-berbentuk ceret, bonang ekonomis terbuat dari besi dipalu atau kuningan pelat dengan mengangkat bos sering ditemukan di desa gamelan, dalam gamelan Suriname-gaya, dan di beberapa gamelan Amerika. Bonang ini mirip dengan reong Bali.
Dalam gamelan Jawa Tengah ada tiga jenis bonang yang digunakan:

  • Panerus Bonang adalah yang tertinggi dari mereka, dan menggunakan ketel terkecil. Pada umumnya mencakup dua oktaf (kadang-kadang lebih dalam slendro pada instrumen Solo-gaya), seluas sekitar kisaran yang sama dengan saron dan peking gabungan. Ia memainkan irama tercepat bonang itu, saling layu dengan atau bermain di dua kali kecepatan dari bonang barung.

Rabu, 11 Mei 2011

Mengenal Alat Musik Tradisional

Pren,mw bagi2 info mengenai Alat Musik tradisional nih...
Namanya Sasando.

Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Instrumen Musik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, Sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon Sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan Instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.
Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

Indonesia kaya akan berbagai kesenian daerah yang mengagumkan, termasuk di dalamnya adalah berbagai alat musik tradisional dengan kekhasan bunyiannya. Salah satu alat musik yang harus diperhatikan untuk tetap dipelihara adalah sebuah alat instrumen petik asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang bernama Sasando, yaitu alat musik yang ditemukan sejak abad 15. Sasando adalah sebuah alat instrumen petik musik. Bentuk Sasando mirip dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola, dan kecapi. Tetapi keunikannya adalah bagian utama sasando berbentuk tabung panjang seperti harpa yang biasanya terbuat dari bambu. Sasando mempunyai media pemantul suara yang terbuat dari daun pohon gebang (sejenis pohon lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar.
Sasando berbentuk tabung panjang yang biasanya terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah yang diberi ganjalan-ganjalan, di mana senar-senar (dawai-dawai) direntangkan di tabung dari atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda pada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.
Bunyi sasando sangat unik jika dibandingkan dengan gitar, biasa sasando lebih bervariasi. Hal ini karena sasando memiliki 28 senar. Itulah sebabnya memainkan sasando tidaklah mudah karena seorang pemain sasando harus  mampu membuat ritme dan feeling bunyi nada yang tepat dari seluruh senar yang ada. Sasando dengan 28 senar ini dinamakan sasando engkel, sedangkan jenis sasando dobel memiliki 56 senar, bahkan ada yang 84 senar.
Cara memainkan sasando adalah dengan dipetik seperti memainkan gitar. Tetapi sasando tidak memiliki chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip harpa. Sampai sekarang hampir semua bahan yang dipakai untuk membuat sasando adalah bahan asli, kecuali senarnya.
Pada kenyataannya, tidak banyak lagi orang yang mampu memainkan alat musik ini. Orang-orang tua yang selalu bangga memainkan sasando bagi anak-anak mereka atau dalam upacara-upacara adat, lengkap dengan topi TiiLangga, pakaian dan tarian adat, sudah banyak yang meninggal. Sementara itu generasi muda tak banyak yang tertarik untuk sekadar mengenal apalagi belajar memainkan.

Sementara ini dulu y pren info mengenai alat tradisional made in indonesia,,
klo ad kritik dan saran tolong komen ja ya ke blog ini...makacih,,:-)









Selasa, 10 Mei 2011

Tips Merawat Gitar Akustik Yang Benar

Biar Tetep Awet Gitar Akustiknya, nih mw bagi2 Tips Gimana Caranya??
 
Merawat gitar itu memang susah-susah gampang.
Susah, karena gitar sensitif banget, terutama gitar akustik. Debu sedikit saja sudah berpengaruh banyak terhadap perubahan karakter sound/suara yang dihasilkan. Karena suara yang di hasilkan bagus ato tidaknya itu selain dari senarnya juga dari kayunya juga.
Gampang karena sebenarnya dengan beberapa cara sederhana, gitar bisa terawat dengan baik.
Tips-tips berikut itu saya dapet dari pengalaman saya, dan sharing temen-temen yang suka main gitar. Nah tips berikut, sebenarnya gampang untuk dilakukan. Intinya asal jangan males aja.

Nah, untuk Merawat Gitar akustik supaya tetep awet, dan suaranya tetep oke dan ga' fals, ga mendem suaranya, coba deh dibaca dengan benar ( kaya guru aj y ngomongnya,,,hihihi)
Merawat gitar akustik :

>Bersihkan Senar
Bersihin senar secara rutin, paling engga seminggu sekali. Kalo perlu pake cairan khusus pembersih senar/string cleaner, ada koq di toko yang jual. Intinya sih supaya senar ga cepet karat aja, dan menjaga karakter suaranya.

>Kendorin Senar
kalo gitarnya mau di"istirahatin" dalam waktu lama, disaranin senarnya dikendorin. Ini menjaga supaya neck gitar ga melengkung akibat kekencengan senar. Tapi klo ditinggal kurang dari seminggu gapapa g usah di kendorin senarnya

>Letakkan Gitar Dengan Benar
Posi terbaik adalah ditelentangkan, dengan posisi senar bebas tidak menyentuh permukaan apapun.slain itu juga bisa di gantung, jadi posisi neck gitar berada diatas.

>Bersihin Gitar
Selain Senar, body, fretboard, dan bagian lainnya juga wajib bersih, kalo bisa mengkilap malah mantap he..tujuannya biar enak dilihat, juga menjaga kualitas gitar akustiknya. Biasanya klo  gitar bersih, kita juga semangat buat maeninnya..bener ga?benerkan,

>Ganti Senar
Ganti senar kalo udah karat, jangan tunggu putus atau jelek. Karena pasti pengaruh ke suaranya, neck juga gampang melengkung soalnya pengaruh dari senar yg makin karat,trus tekanan senarnya makin kenceng juga..

>Ganti Satu Set
Usahakan kalo ganti senar jangan satu-satu, meskipun yang putus satu. Fungsinya, supaya karakter suara tiap senar seragam. Tapi klo emang dananya belum ad, ya usahakan senar yang di beli sama tipenya dengan senar yg masih terpasang di gitarnya.

>Jangan Dibanting
Sayangilah gitar kita(iialah satu-satunya gtu..he..)
kalo mau ditaro, cobadeh dengan penuh kasih saying, ati2 juga biar g retak bodynya, soalnya bodynya itu sangat tipis bahan kayunya