Tampilkan postingan dengan label minor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minor. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Sejarah Mengenai Gitar Merk Cort

Sejarah Gitar Merk Cort

Cort didirikan pada 1973 oleh Yung H. Park, bersama dengan Jack Westheimer, seorang tokoh bisnis terkemuka di balik impor alat musik dari Jepang. Westheimer telah terlibat dalam membawa Silvertone Pearl gitar dan drum ke Amerika Serikat sejak awal 1960-an. Cort juga memproduksi garis gitar berkualitas tinggi di bawah Parkwood moniker.

Akustik dan Elektrik Gitar
                Cort membuat banyak gitar akustik dan listrik yang dibuat untuk menyesuaikan anggaran yang berbeda dan gaya bermain. Mereka yang paling populer model gitar listrik termasuk EVL, G dan seri VX, Gitar Akustik model populer termasuk Bumi, Limited Edition dan seri klasik. Menurut desas-desus di Guitar.com, Cort diancam dengan tindakan hukum oleh Gibson gitar setelah perusahaan mengeluarkan gitar Gibson pejabat yang berpikir terlalu mirip dengan sangat popular Flying V.

Bass Guitars
Cort Guitars juga memproduksi gitar bass yang menjual dengan sangat baik. The Masterpiece, Seniman EVL dan seri adalah di antara mereka yang paling populer Basses. Seniman seri, khususnya, telah dipuji oleh bassists sebagai instrumen kelas dunia, yang menampilkan kayu zebra yang baik atas dan belakang.

Recent History
Dalam beberapa tahun terakhir, Cort telah bergeser fokusnya dari membuat gitar di bawah namanya sendiri untuk manufaktur instrumen untuk perusahaan-perusahaan besar lainnya atas dasar kontrak. The Schecter dan gitar G & L perusahaan telah sangat berhasil dalam menjual gitar yang dibuat oleh Cort di bawah nama merek mereka sendiri. Meskipun kebanyakan konsumen tidak tahu bahwa gitar ini dibuat oleh Cort, ini masih memiliki saham Cort membantu untuk bangkit di kalangan pemain dan kolektor gitar.

Pemain Terkenal
Pemain terkenal instrumen Cort termasuk Ricky Garcia dari Lafee, Billy Cox - yang bermain dengan Jimi Hendrix pada versi rekaman "Star Spangled Banner" di Woodstock dan Jazz gitaris Larry  Coryell.


Kamis, 07 Juli 2011

Penjelasan Sejarah Gitar Ibanez

Sejarah Gitar Ibanez
Filed Under: Umum

Ibanez mungkin merupakan salah satu pembuat gitar dari jepang yang paling terkenal. Perusahaan gitar Ibanez di dirikan di Nagoya, Jepang pada tahun 1957 sebagai anak perusahaan Hoshino Gakki, importir alat musik jepang yang memulai gitar ibanez untuk membuat model dan variannya tersendiri.
Pada awalnya gitar Ibanez membuat duplikat dari desain milik Amerika. Pada model model awalnya termasuk juga 2364, merupakan duplikasi dari model Gitar terkenal Ampeg Dan Armstrong yang terbuat dari plastik jernih. Gitar ibanez model 2347 merupakan duplikat dari model 2351 yang sangat mirip dengan model Gibson Les Paul, dan model 2348 merupakan duplikat yang hampir sempurna dari model non-reverse Gibson Firebird. Varian model kopian yang berhasil di ciptakan oleh gitar Ibanez dengan sangat baik ini hampir dapat disamakan dengan model yang asli, dan ini membuat perusahaan gitar gibson untuk menuntut perusahaan gitar ibanez akan pelanggaran hak cipta di tahun 1977. Namun anehnya, gugatan tersebut tidak ditujukan kepada desain badan dari gitar ibanez yang mirip dengan desain gitar gibson, tetapi ditujukan untuk desain headstock dari gitar ibanez dan kemudian di selesaikan di pengadilan pada tahun 1978. Ini memacu perusahaan gitar ibanes untuk memperkenalkan desain milik gitar ibanez sendiri.

Beberapa dari desain tersebut adalah “the destroyer”, desain model ini mirip dengan desain gitar gibson exlporer dengan tambahan pada bentuk dan Ibanez’s classic pointed headstock. Model “the artist” menggunakan bentuk yang lebih tradisional dengan dua short cutaways dengan besar yang sama dan perubahan pada headstock untuk menghindari permasalahan hak cipta. Model “the rocket roll” merupakan duplikasi dari model gitar Gibson Flying V, tetapi Ibanez menggunakan “pointed headstock” dan tanpa “scratchplate”. Sedangkan model “the Iceman” memiliki desain model yang unik dan tidak biasa. Dengan menggunakan model Gibson Explorer dengan “cut-down-left-hand side, notch unik di dasar dan cutaway yang besar di right hand horn yang memperbolehkan akses ke fret yang lebih tinggi. Pada awalnya model “the destroyer” tersedia dengan dua atau tiga humbucking pickups, model “the artist” hanya dengan dua humbucking pickups, dan “the Iceman” dengan dua humbuckers atau desain pickup Ibanez dengan 3 coils. Model “the Iceman” dan model “the artist” masih dalam jajaran gitar ibanez bahkan sampai tahun 2008.

Golongan tahun 80an melihat banyak perbaikan pada jajaran gitar ibanez yang kemudian menambah “status” pada gitar Ibanez. Perusahaan ini menjadi pionir dan ketua exponent dari “the superstart”, model yang masih populer sampai dengan saat ini. model “superstart” merupakan model Fender Stratocasater tetapi di desain khusus bagi gitaris heavy metal. Pada saat itu, tidah hanya gitar Ibanez saja yang mengembangkan model ini. Beberapa perusahaan lain seperti Jackson and Chavel juga turut berkontribusi. Dari segi visual, “superstrat” merupakan stratocaster yang normalnya tanpa scratchplate, longer, pointed horns, and deeper cutaways. Model ini juga memiliki 24-fret, sistem Floyd Rose tremolo dan tiga pickups.
Jajaran utama “superstrat” pada gitar ibanez adalah model “RG”. Gitar ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1985 dan kemudian disatukan oleh “the saber” dengan bentuk yang relatif sama tetapi dengan less pointed horns, dan desain badan yang tipis yang mungkin bahkan merupakan gitar tertipis yang pernah diproduksi. Pada akhir 1980an, gitar Ibanez berkolaborasi dengan gitaris berbakat Steve Vai yang sebelumnya pernah bergabung dengan Whitesnake, David Lee Roth’s solo band, dan Solo-nya sendiri. Steve Vai telah kehilangan gitar kustom favoritnya “Chavel Guitar” yang dicuri. Sehingga ia membutuhkan gitar baru. Steve Vai dan Ibanez berhasil mendesain superstrat dengan 24 fret, konfigurasi pickup aforementioned dan grab handle pada badan yang di kenal oleh Vai sebagai mongkey grip. ia dan ibanez juga mendesain gitar dengan 7 senar bernama “the Universe”.
Artis lain yang pernah bekerja sama dengan Ibanez dan merilis model bersejarah termasuk Paul Gilbert dengan model PGM signature, Joe Satriani dengan model JS Signature, Herman Li dan Sam Totman dengan E-Gen dan STM model, juga Munky dengan model Apex signature.
 Jadi klo kalian mau memiliki gitar/bass merk Ibanez bisa langsung buak link ini aj:
hargnya murah ko cuma Rp. 1.500.000 aj..jadi jangan tunggu lama2, dapat kan segera gitar ini.. 

Selasa, 05 Juli 2011

Tips Memilih Sound System Berkualitas

Tips Memilih Sound System Berkualitas
Mungkin saat ini Anda sedang memilih-milih sound system. Kali ini ada sedikit informasi tentang tips memilih sound berkualitas. Sekiranya hal ini bisa membantu Anda dalam memilih yang terbaik.
Hal yang perlu Anda perhatikan dalam memilih Sound System:

1. Pilihlah besar daya yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Untuk penggunaan pribadi seperti latihan dll, cukuplah memilih amplifier dengan daya 15-20 watts. Pada kebanyakan amplifier berdaya kecil seperti ini telah tersedia fasilitas jack Head Phone (misal: Amplifier Guitar Laser 20) yang sangat berguna terutama bagi kawula muda yang punya kebiasaan bermain musik hingga tengah malam. Dengan memanfaatkan saluran untuk Head Phone ini, maka dijamin seisi rumah yang lain ataupun tetangga tidak akan terganggu "atraksi" kita. Bunyi alat musik Anda tidak akan kedengaran sampai keluar ruangan.
Untuk penggunaan acara pesta, Anda akan memerlukan daya yang lebih tinggi lagi yaitu sedikitnya 125 watts atau lebih, karena amplifier ini akan dapat sekaligus kita gunakan sebagai monitor dari instrument alat musik yang sedang kita mainkan. Acara pesta pernikahan/wedding party, ulang tahun, atau acara gathering memang membutuhkan sound system yang lebih besar.

2. Pilihlah Amplifier yang berkualitas baik.
Bila kita membutuhkan amplifier untuk keyboard, maka sangat disarankan untuk memilih amplifier yang tidak merubah warna suara asli yang dihasilkan oleh keyboard tsb (flat). Ada banyak amplifier yang menghasilkan suara yang berbeda dari suara aslinya, bila hal ini terjadi maka akan terjadi suara-suara yang lain yang akan mengurangi karakter asli dari bunyi yang sebenarnya dihasilkan keyboard dikarenakan terjadinya penambahan atau pengurangan terhadap frekuensi tertentu. Biasanya hal ini terjadi pada frekuensi yang sangat rendah (low bass) atau frekuensi yang sangat tinggi (high treble). Jadi kita harus jeli memilih sound system (jasa sewa sound sistem) yang sesuai.

3. Model dan penampilan Amplifier dapat menjadi pertimbangan terakhir.
Model yang diinginkan akan bergantung pada selera masing-masing. Model sound sistem yang bagus menurut seseorang, belum tentu bagus juga menurut orang yang lainnya.
Pada kebanyakan musisi profesional model akan menjadi pilihan yang terakhir atau tidak terlalu dipentingkan. Mereka akan lebih mementingkan kualitas dan fasilitas dari amplifier untuk menghasilkan suara alat musik/sound yang berkualitas.

4. Ada baiknya anda bertanya kepada jasa sewa sound sistem/rental sound sistem.
Karena mereka merupakan orang yang berpengalaman, sehingga anda tidak akan kecewa. Jadi kita bukan hanya mencari sewa sound sistem murah, tetapi kualitas harus tetap menjadi pilihan. Jika Anda butuh pencahayaan yang bagus, Anda harus jeli memilih sistem pencahayaan yang berpengalaman.
Demikian tips memilih sound system berkualitas. Bila Anda terhalang dana yang besar untuk membeli sound system maka tempat rental sound murah jadi solusinya.
Selamat memilih. 

Minggu, 03 Juli 2011

Memilih Power Amplifier

Memilih Power Amplifier Yang Bagus

Beragam merek power Amplifier yang beredar di pasaran membuat konsumen harus pintar-pintar menentukan pilihan saat mulai membangun audio mobil. Karena meski tidak berhubungan langsung dengan kualitas output suara, ketepatan memilih jenis amplifier bisa membuat kita lebih berhemat dalam bujet namun bisa mendapatkan hasil yang bagus.

Menurut Randy Wiharto owner Audio One, cara gampang untuk mendapatkan power Amplifier yang bagus adalah dengan memilih produkproduk dari brand ternama. “Merek-merek bagus, kualitasnya sudah ketahuan, jadi dijamin nggak mengecewakan. Tapi jika bukan merek ternama, satu-satunya cara adalah harus dicoba dulu untuk mengetahui kualitasnya,” ujarnya. Menurutnya, setiap merek power amplifier punya karakter suara yang berbeda-beda. Ada brand yang karakter outputnya bertempo cepat, ada pula mereka yang karakternya lambat.

Karakter ini harus disesuaikan dengan spec Speaker yang digunakan. Karena speaker pun sekarang sangat beragam spec dan settingannya. Jenis kabel yang dipakai juga punya karakter sendiri-sendiri. Jadi banyak sekali rangkaiannya kalau diurutkan dari power amplifier,” jelasnya. “Ini karena power amplifier tidak langsung mempengaruhi kualitas suara. Karena fungsi power amplifier sendiri adalah untuk membentuk karakter suara dan membuat tenaga suara tersebut selalu stabil. Beda dengan head unit dan Speaker yang langsung berefek pada output,” imbuhnya. Pemilihan power amplifier juga tak bisa hanya dengan mengandalkan spesifikasi yang tercantum pada box atau brosur produk. Menurutnya, sekarang kebanyakan produk mengupgrade keterangan spesifikasinya. Hal ini tak hanya terjadi pada merek yang kurang terkenal tapi juga pada brand-brand ternama.

Yang beda adalah toleransinya. Misalnya brand terkenal menulis dayanya 100 watt tapi yang keluar cuma 90 watt. Sedangkan merek nggak terkenal nulisnya 500 watt tapi keluarnya hanya 100 watt,” ungkapnya. Untuk mengantisipasinya, Randy lebih menyarankan kepada para konsumen untuk berkonsultasi dengan installernya. Karena jalan satu-satunya adalah dengan mencobanya langsung lalu melakukan penyesuaian setting untuk rangkaian komponen setelah amplifier, termasuk menentukan jenis dan besaran speakernya.

Yang perlu diingat bahwa setiap rumah instalasi pasti punya pegangan merek sendiri-sendiri dan pasti akan menyarankan konsumen kepada merek yang dijualnya. Maka yang penting adalah menjajalnya langsung supaya tahu mutunya, nggak hanya dari promosi atau brosur saja,” sarannya. Satu pegangan buat para konsumen bahwa power amplifier yang bagus dalam standar minimal, harganya paling murah masih di atas satu juta rupiah.

Jika disesuaikan dengan karakter speakernya yang pas, pasif cross overnya pas maka amplifier paling murah pun bisa menghasilkan output suara yang kualitasnya tinggi,” tuturnya. Dalam hal ini, arahan installer harus diperhatikan dan konsumen sebaiknya selalu berkonsultasi selama proses intalasi dalam penggarapan.

Jumat, 01 Juli 2011

Mengenal Interval Antar Nada

        Sebuah scale / Tangga Nada adalah sebuah bentuk dari susunan nada-nada yang terpusat pada satu nada dasar. Di dalam tangga nada ada lagi bentuk kecil yang menyusun tangga nada tsb, yaitu hubungan antar masing-masing not secara individu yang membentuk melodi dan harmoni. Dengan memahami bentuk hubungan tsb maka kita akan lebih mudah dalam mencapai pemahaman tentang emosi yang dapat kita ciptakan untuk para pendengar musik.Jarak antara dua buah nada dikenal sebagai interval. Jika dua buah nada tsb dimainkan secara bersama-sama maka kita mengenalnya dengan istilah harmonic interval, dan jika dua buah nada tsb dimainkan satu kemudian disusul dengan nada yang lain maka kita mengenalnya dengan istilah melodic interval.Ketika dua buah not dimainkan secara bersamaan kita akan mendengarkan tiga hal yaitu dua buah not tsb ditambah dengan komponen ke tiga yaitu kombinasi dari kedua buah not itu sendiri. Setiap interval mempunyai kualitas dan suasana sendiri. Setiap not akan kita identifikasikan dengan angka sehingga angka-angka tsb bisa kita terapkan dalam kunci / not yang berbeda, karena walaupun not tsb berbeda kualitas interval yang kita dengarkan akan tetap sama. Kualitas interval perfect 5th antara nada C dan G akan terdengar sama dengan kualitas perfect 5th antara nada G dan D, ataupun kualitas interval perfect 5th pada nada-nada yang lainnya. Kualitas interval ditunjukan dengan jumlah ½ langkah antara ke dua buah nada tsb.
       Kita menggunakan Tangga Nada Mayor dengan Kunci / nada dasar C. Angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 digunakan dengan asumsi menggunakan jarak tangga nada mayor. Jika kita perhatikan pada tangga nada di atas jarak ½ langkah hanya ada pada jarak nada antara 3 ke 4 dan 7 ke 1. Selain dari nada-nada tsb jumlahnya adalah 1 langkah, maka otomatis di antara nada-nada tsb masih terdapat satu buah nada lagi yang ditunjukan pada diagram di atas. Nada-nada tsb juga kita identifikasikan dengan angka-angka untuk mempermudah kita mengenal kualitas interval. Terkadang interval kita sebut dengan menggunakan 2 nama yang berbeda tergantung dari cara kita melihatnya. Beberapa nama interval adalah nama-nama interval yang paling umum digunakan dalam pengajaran musik, dan saya akan menuliskan keduanya baik menggunakan nama yang umum maupun yang tidak umum.
Interval kita bagi menjadi dua kategori, yaitu perfect dan imperfect. Interval imperfect mempunyai dua versi yaitu mayor dan minor. Versi mayor dapat ditemukan pada not-not yang ada pada tangga nada mayor, sedangkan untuk yang minor dapat ditemukan dengan cara menurunkan ½ langkah (1 fret) dari not-not yang ada pada tangga nada mayor tsb. Interval perfect tidak mempunyai versi mayor ataupun minor. Yang termasuk interval perfect adalah jarak dari 1 ke 1 yaitu unison, jarak dari 1 ke 4 yaitu perfect 4th, jarak dari 1 ke 5 yaitu perfect 5th dan jarak dari 1 ke 1′ yaitu octave.
1. Jika interval lebih kecil ½ langkah dari interval mayor maka interval tsb kita sebut dengan minor.
2. Jika interval lebih kecil ½ langkah dari interval perfect / minor maka, kita menyebutnya dengan diminished.
3. Jika interval lebih besar ½ langkah dari interval perfect / mayor kita menyebutnya dengan augmented.
       Interval-interval tsb mempunyai suasana yang berbeda-beda. Ada yang terdengar nyaman di telinga ada juga yang terdengar ganjil. Kenyamanan dari interval-interval tsb dapat ditunjukan dengan tingkat consonance / disonance. Semakin consonance sebuah interval artinya interval tsb semakin nyaman terdengar di telinga, dan semakin disonance sebuah interval artinya interval tsb semakin tidak nyaman terdengar di telinga. Kemampuan kita dalam mengidentifikasi hubungan dari dua buah nada atau interval dikenal dengan kemampuan relative pitch, sedangkan kemampuan untuk mengidentifikasi sebuah nada dengan tepat dikenal dengan kemampuan perfect pitch. Kedua kemampuan tsb sama pentingnya untuk dipelajari. Belajar mengenal interval akan mempertajam kemampuan relative pitch kita.
      Cobalah mainkan Interval-interval tsb dan rasakan bagaimana kedua buah not tsb menyatu. Suasana interval-interval tsb bisa didefinisikan sbb:
1. Unison dan Octave : Karena notnya sama maka interval ini akan terdengar menyatu sekali dengan                                     sempurna, nyaris tanpa interaksi, atau sangat tipis
2. Perfect fifth : Kuat, tenang, kosong, nyaman tidak ingin berpindah.
3. Perfect fourth : Lebih consonant daripada perfect fifth, rasanya ingin jatuh ke interval yang lebih nyaman  yaitu major third.
4. Major third : Berwarna, bahagia, sangat tenang, santai, dan tidak ingin berpindah-pindah lagi.
5. Minor third : Sedih, dan sedikit agak gelap
6. Major sixth : Berwarna, bahagia seperti major third, tetapi tidak senyaman atau setenang major third, karena interval ini suasananya terasa sekali ingin berpindah ke interval yang lebih nyaman yaitu perfect fifth.
7. Minor sixth : Sedih seperti minor third, dan suasanya sangat kuat terasa ingin jatuh ke interval perfect fifth.
8. Major second : Dissonant, menggantung, agak gelap.
9. Minor second : Dramatis, gelap, horor, dan suasananya sangat kuat terasa ingin jatuh ke rootnya.
10. Major seventh : dissonant, jazzy, dan suasanya sangat kuat terasa ingin jatuh ke interval yang lebih tenang yaitu octave.
11. Minor seventh : Menggantung, dan membutuhkan resolusi.
12. Diminished fifth : Sangat tidak stabil, membutuhkan resolusi ke interval yang lebih nyaman seperti perfect fifth jika dimainkan sebagai harmonic interval, dan akan terdengar sangat ganjil jika dimainkan sebagai melodic interval. Interval ini juga menimbulkan kesan gelap, horor, mistis, tegang dan ngeri.
      Pada abad ke 16 interval-interval dissonant seperti diminished 5th sangat dilarang untuk dimainkan, apalagi di dalam musik-musik gereja. Interval tsb dikenal sebagai ‘diabolus in musica’ atau bisa diterjemahkan sebagai setan di dalam musik, akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman, interval dissonant menjadi sangat menarik di telinga modern karena suasana tegang yang ditimbulkan oleh interval itu sendiri. Oleh karena itu interval-interval dissonant biasanya sangat sering ditemui pada musik-musik yang agresif seperti trash metal. Dengan memahami suasana yang ditimbulkan oleh masing-masing interval tsb maka kita bisa dengan mudah mempengaruhi para pendengar musik kita. Contohnya jika kita ingin bercerita tentang kesedihan di dalam lagu kita maka kita bisa menggunakan interval-interval minor. Akan terdengar sangat aneh dalam sebuah lagu, jika bercerita tentang kesedihan dengan menggunakan interval-interval seperti major third yang bersuasana bahagia, hal tsb sangatlah bertentangan, walaupun itu sah-sah saja kita lakukan dalam membuat lagu hanya saja efeknya akan kurang mengena ke pendengar. . Dengan memahami suasana interval kita bisa dengan mudah mempengaruhi para pendengar musik kita untuk kita bawa masuk ke dalam suasana tertentu yang kita inginkan. Knowledge is power, selamat mencoba.....